Selasa, 19 Agustus 2014

Layar Tanjleb Agustusan di Purbalingga dan Banjarnegara



Tawa warga tak berhenti menyaksikan diri mereka sendiri yang diputar dalam bentuk video dokumentasi dan ditonton bersama. Aksi warga saat lomba-lomba agustusan direkam kemudian ditonton bersama.

Minggu malam, 17 Agustus 2014, hampir seluruh warga RT 02 RW IV Kelurahan Purbalingga Kidul, Purbalingga keluar rumah dan berkumpul di sepanjang jalan Puring. Mereka melakukan tasyakuran sebagai wujud syukur atas kemerdekaan Republik Indonesia yang sudah 69 tahun sekaligus hiburan Layar Tanjleb bagi warga.

"Kita sudah merdeka selama 69 tahun dari penjajahan negara lain, meskipun belum seutuhnya merdeka dari hawa nafsu kita. Untuk itu, kita pantas bersyukur merayakannya dengan berbagai kegiatan, sekaligus mengingatkan pada diri kita untuk tetap eling pada apa yang kita lakukan," tutur Ketua RT 02 RW IV Riyono.

Sudah menjadi kewajiban Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga yang juga bermarkas di jalan Puring, menyumbangkan hiburan yang mendidik berupa program Layar Tanjleb Agustusan. Disamping itu, CLC melakukan perekaman semua kegiatan panitia perayaan Hari Ulang Tahun RI yang turut diputar bersama film-film yang sudah diprogram.

Sunaryadi, warga yang belum genap setahun tinggal di komplek itu, merasa bangga menyaksikan kekompakan warga terlebih mampu mengemas acara tasyakuran beda dengan yang lain karena ada hiburan nonton film. "Saya baru pernah menonton film-film pendek. Beda dengan tayangan di televisi, ini layak ditonton oleh warga," ujar pegawai Lembaga Pemasyarakatan (LP) Purbalingga ini.

Ada enam film, selain video dokumentasi yang diputar, yaitu "Duren" dari SMA 2 Purbalingga, "Selendang Lengger" dari SMA Rembang Purbalingga, "Sekuntum Anggrek Putih" dari SMA Bukateja Purbalingga, "Lembar Jawaban Kita" sutradara Sofyana Ali Bindiar, "Rena Asih" sutradara Lingga Galih Permadi dan "Pasukan Berani Mati" sutradara Imam Tantowi.

Selain di Purbalingga Wetan, malam itu, program Layar Tanjleb Agustusan CLC juga ada di Desa Karangjati RT 4 RW II Kecamatan Susukan, Banjarnegara. Berikutnya, program digelar pada Senin, 18 Agustus 2014 di Dusun Sprit RT 03 RW III, Desa Makam, Kecamatan Rembang, Purbalingga dan Desa Kertanegara, Kecamatan Kertanegara, Purbalingga, serta Sabtu, 23 Agustus 2014 di Desa Timbang, Kecamatan Kejobong, Purbalingga dan Desa Kanding, Kecamatan Somagede Banyumas.

Layar Tanjleb Agustusan di Griya Abdi Kencana



Warga, yang terdiri dari orang tua dan anak-anaknya, mulai berdatangan menuju lokasi layar putih yang dibentangkan melintang jalan. Sebagian dari mereka membawa tikar untuk alas duduk.

Malam itu, Sabtu, 16 Agustus 2014 Panitia Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-69 RT 03 RW IX Perumahan Griya Abdi Kencana Kelurahan Purbalingga Wetan, Purbalingga menggelar malam tasyakuran dengan memutar layar tanjleb.

"Setiap tahun, dalam rangka memperingati HUT RI, kami mengadakan berbagai kegiatan antara lain lomba-lomba untuk seluruh warga dan malam hiburan. Namun tahun ini ada yang berbeda, yaitu hiburan warga berupa layar tanjleb," ungkap Lukman Setiyo selaku ketua panitia.

Dengan mengajak kerjasama Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga, tidak hanya film-film pendek buatan pelajar Purbalingga, namun juga film-film pendek luar kota dan film bioskop jadul yang disandingkan. Bahkan, bonus bagi warga adalah tayangan dokumentasi kegiatan agustusan yang dibuat CLC yang paling ditunggu.

Salah satu warga, Teguh Riyanto mengatakan, merasa senang melihat warga berkumpul dan guyub. "Ini juga kesempatan baik menanamkan Nasionalisme pada anak-anak kita dengan cara menonton film yang dibuat oleh anak-anak Indonesia," ujar warga yang juga bekerja di Satuan Lalu Lintas Polres Purbalingga.

Pada kesempatan itu, film-film yang diputar, yaitu "Duren" dari SMA 2 Purbalingga, "Selendang Lengger" dari SMA Rembang Purbalingga, "Sekuntum Anggrek Putih" dari SMA Bukateja Purbalingga, "Lembar Jawaban Kita" sutradara Sofyana Ali Bindiar, "Rena Asih" sutradara Lingga Galih Permadi dan "Pasukan Berani Mati" sutradara Imam Tantowi.

Penanggung jawab Program Layar Tanjleb Agustusan CLC Canggih Setyawan mengatakan, setiap tahun CLC menyiapkan program ini untuk memenuhi permintaan warga akan hiburan agustusan. "Tahun ini, sedikitnya ada tujuh titik hingga luar Purbalingga," katanya.

Malam berikutnya, program bergeser pada Minggu, 17 Agustus 2014 di Jl. Puring RT 02 RW IV Kelurahan Purbalingga Kidul, Purbalingga dan Desa Karangjati RT 4 RW II Kecamatan Susukan Banjarnegara, Senin, 18 Agustus 2014 di Dusun Sprit RT 03 RW III, Desa Makam, Kecamatan Rembang Purbalingga dan Desa Kertanegara, Kecamatan Kertanegara Purbalingga, serta Sabtu, 23 Agustus 2014 di Desa Timbang, Kecamatan Kejobong Purbalingga dan Desa Kanding, Kecamatan Somagede Banyumas.

Selasa, 12 Agustus 2014

CLC Gelar Layar Tanjleb Agustusan



Seperti tahun-tahun sebelumnya, memasuki bulan kemerdekaan, Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga menggelar program Layar Tanjleb Agustusan. Program ini tentunya untuk turut menyemarakkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Program layar tanjleb ini berangkat dari keinginan warga dengan hiburan yang sifatnya murah dan mendidik. Kami memfasilitasi keinginan warga untuk dapat mengakses film-film yang berkualitas," ungkap Manager CLC Nanki Nirmanto.

Tahun ini, sedikitnya ada lima titik pemutaran yang akan disambangi di wilayah Purbalingga dan sekitarnya. Sabtu, 16 Agustus 2014 di RT 03 RW IX Perumahan Abdi Kencana Purbalingga, Minggu, 17 Agustus 2014 di Jl. Puring RT 02 RW IV Kelurahan Purbalingga Kidul, Purbalingga, Senin, 18 Agustus 2014 di Dusun Sprit RT 03 RW III, Desa Makam, Kecamatan Rembang, Purbalingga.

Sementara pada Sabtu, 23 Agustus 2014 di Desa Timbang, Kecamatan Kejobong, Purbalingga. Di malam yang sama juga akan ada di Desa Kanding, Kecamatan Somagede, Banyumas. Dua lokasi terakhir, berasal dari permintaan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMP dan Unsoed Purwokerto.

Menurut Nanki, fasilitas berupa peralatan pemutaran layar tanjleb milik CLC sudah lengkap, tinggal bagaimana alat itu sampai ke titik pemutaran. "Butuh kerjasama yang baik, agar masyarakat berkesempatan mendapat hiburan layar tanjleb dan kemungkinan permintaan pemutaran ini bisa bertambah," ujarnya.

Selain itu, CLC sudah menyiapkan materi putar berupa film-film pendek Purbalingga dan luar Purbalingga serta satu film bioskop, yaitu "Duren" sutradara Danang Bagus Prasetyo, "Selendang Lengger" sutradara Ela Nurwijayanti, "Sekuntum Anggrek Putih" sutradara Dinda Putri Hapsari, "Lembar Jawaban Kita" sutradara Sofyana Ali Bindiar, dan "Pasukan Berani Mati" sutradara Imam Tantowi.

Penanggung jawab Program Layar Tanjleb Agustusan Canggih Setyawan mengatakan, untuk lebih membuat semarak di tempat pemutaran nantinya, CLC mendokumentasi kegiatan Tujuhbelasan seperti lomba dan lainnya. "Dokumentasi video kegiatan itu akan turut diputar saat layar tanjleb sekaligus sebagai dokumentasi kegiatan warga," tuturnya.

Sabtu, 19 Juli 2014

OI Purbalingga Mengapresiasi Film "Kantata Takwa"



Sayup-sayup terdengar suara penonton turut bernyanyi mengikuti lantunan lagu “Sangkala” dari album Swami II yang mengawali sebuah film dokumenter musikal “Kantata Takwa”. Praktis sepanjang film, mereka turut menyanyi lagu-lagu yang diambil dari album Kantata Takwa dan Swami dalam film yang disutradarai Erros Djarot dan Gotot Prakosa itu.

Lebih dari 100 pemuda penggemar fanatik musisi legendaris Iwan Fals, yang tergabung dalam Keluarga Besar OI Purbalingga, berkumpul di aula Andrawina Hotel Owabong Purbalingga, Sabtu, 19 Juli 2014. Badan Pengurus Kota (BPK) OI Purbalingga menggelar acara buka puasa bersama serta pemutaran film “Kantata Takwa”.

Menurut salah satu pengurus OI Purbalingga, Khasan Rimbawan, sebelum buka puasa bersama, kami sempat konvoi berkeliling dari arah alun-alun ke Owabong. “Setelah itu kami menggelar pentas musik sumbangan dari masing-masing Badan Pengurus Kelompok OI di Purbalingga dan OI dari kota lain yang turut hadir. Baru setelah buka puasa, kami putar film,” tuturnya.

Film yang dirilis tahun 2008 dan dibuat berdasarkan konser akbar proyek seni Kantata Takwa di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta tahun 1991 ini mengalami banyak kesulitan dalam pembuatannya karena sarat dengan tema sosial politik dan kritik yang sangat tajam pada sistem pemerintahan Orde Baru Indonesia yang represif, sehingga pembuatannya memakan waktu 18 tahun hingga dirilis.

Film berdurasi 70 menit yang ini merupakan sebuah puisi kesaksian dari para seniman Indonesia tentang masa represif rezim Orde Baru Soeharto. Sebuah masa yang banyak diwarnai dengan korupsi, kolusi, nepotisme, dan banyaknya penangkapan, penculikan, bahkan pembunuhan para aktivis yang tidak memiliki ideologi yang sama dengan pemerintah penguasa saat itu.

Terkait acara pemutaran film, BPK OI Purbalingga menggandeng Cinema Lovers Community (CLC). Direktur CLC Bowo Leksono merasa senang digandeng OI Purbalingga. "Kami senang bekerjasama dengan pihak manapun untuk mencerdasan lewat film. Harapannya, kerjasama bisa terus berlanjut," ujarnya.

Sementara Ketua BPK OI Purbalingga mengatakan, OI yang merupakan organisasi massa (Ormas) ini menggelar buka puasa bersama untuk bersilaturahmi sekaligus konsolidasi. "Ke depan, kami sudah merencanakan program-program aksi sosial bagi masyarakat," ungkapnya.

Rabu, 16 Juli 2014

OI Purbalingga Putar Film "Kantata Takwa"



Keluarga Besar Badan Pengurus Kota (BPK) OI Purbalingga, sebuah wadah bagi para penggemar musisi legendaris Iwan Fals, akan mengadakan pemutaran film "Kantata Takwa" sutradara Erros Djarot dan Gotot Prakosa, pada Sabtu, 19 Juli 2014, jam 16.00, di aula Andrawina Hotel Owabong Purbalingga.

Film ini merupakan sebuah puisi kesaksian dari para seniman Indonesia tentang masa represif rezim Orde Baru Soeharto. Sebuah masa yang banyak diwarnai dengan korupsi, kolusi, nepotisme, dan banyaknya penangkapan, penculikan, bahkan pembunuhan para aktivis yang tidak memiliki ideologi yang sama dengan pemerintah penguasa saat itu.

Pemutaran film dokumenter musikal tentang kolaborasi puisi, musik, dan teater ini bagian dari acara buka puasa bersama BPK OI Purbalingga. Selain putar film, sebelumnya mereka juga berencana melakukan konvoi keliling kota Purbalingga untuk kemudian menggelar pentas musik.

Ketua BPK OI Purbalingga Kholik Wibowo mengatakan, acara ini bertujuan untuk merekatkan sesama anggota OI Purbalingga. "Sekaligus membahas banyak hal terkait program OI Purbalingga ke depan," ujarnya.

Untuk memutar film "Kantata Takwa", OI Purbalingga menggandeng kerjasama dengan Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga. "Kami sudah mengantongi izin putar dari salah satu sutradaranya, Mas Gotot Prakosa. Ia senang filmnya dapat diapresiasi para penggemar Iwan Fals di Purbalingga," ungkap Direktur CLC Bowo Leksono.