Minggu, 23 Maret 2014
Cara Panen Buah Dukuh Ala Wong Tani
Rabu, 19 Maret 2014
VARIETAS UNGGUL KEDELAI
Potensi Hasil 2,5 ton/ha
Umur Panen 85-90 hari
Biji sedang (10 g/100 biji)
Agak tahan terhadap karat daun dan virus
ANJASMORO (2001)
Potensi hasil 3,7 ton/ha
Umur Panen 82-92 hari
Biji sedang (16 g/100 biji)
Tahan rebah polong tidak mudah pecah Agak tahan karat daun
Grobogan (2008)
Potensi hasil 3,4 ton/ha
Umur Panen 76 hari
Biji sedang (18 g/100 biji)
Saat panen 95 % daun luruh
Sesuai untuk ditanam di lahan kering pada awal musim hujan
Sabtu, 26 Maret 2011
CARA PENGAIRAN BERSELANG PADA PADI SAWAH
- Menghemat air irigasi sehingga areal yang dapat diairi menjadi lebih luas.
- Memberi kesempatan kepada akar untuk mendapatkan udara sehingga dapat berkembang lebih dalam.
- Mencegah timbulnya keracunan besi.
- Mencegah penimbunan asam organik dan gas H2S yang menghambat perkembangan akar.

Pengairan berselang memberi kesempatan kepada akar untuk berkembang lebih baik.
Pengairan berselang mengurangi kerebahan.
•
Mengaktifkan jasad renik mikroba yang bermanfaat.
• Mengurangi kerebahan.
• Mengurangi jumlah anakan yang tidak produktif (tidak menghasilkan malai dan gabah).
• Menyeragamkan pemasakan gabah dan mempercepat waktu panen.
• Memudahkan pembenaman pupuk ke dalam tanah (lapisan olah).
• Memudahkan pengendalian hama keong mas, mengurangi penyebaran hama wereng coklat dan penggerek batang, mengurangi kerusakan tanaman padi karena hama tikus.
Dalam melakukan pengairan berselang perlu dipertimbangkan bahwa cara ini dilakukan bergantung pada:
• Jenis tanah; tanah yang tidak bias menahan air sebaiknya hati-hati dalam menerapkan cara pengairan berselang; demikian pula jenis tanah berat.
• Pola pengairan di wilayah setempat; kalau pengairan sudah ditetapkan berselang setiap 3 hari maka pola pengairan yang sudah ada ini saja yang diikuti.
• Pada lahan sawah yang sulit dikeringkan karena drainase jelek, pengairan berselang tidak perlu dipraktekkan.
Di tempat-tempat yang sulit dikeringkan karena drainase jelek, pengairan berselang tidak perlu dilakukan.
Cara pengairan berselang:
• Tanam bibit dalam kondisi sawah macakmacak.
• Secara berangsur tanah diairi 2-5 cm sampai tanaman berumur 10 hari.
• Biarkan sawah mengering sendiri, tanpa diairi (biasanya 5-6 hari).
• Setelah permukaan tanah retak selama 1 hari, sawah kembali diairi setinggi 5 cm.
•Biarkan sawah mengering sendiri, tanpa diairi (5-6 hari) lalu diairi setinggi 5 cm.
Pengairan berselang memerlukan pengaturan kapan lahan digenangi dan dikeringkan.
• Ulangi hal di atas sampai tanaman masuk stadia pembungaan.
• Sejak fase keluar bunga sampai 10 hari sebelum panen, lahan terus diairi setinggi 5 cm, kemudian lahan dikeringkan.
Sepuluh hari sebelum panen lahan dikeringkan.
Pembuatan Pakan Ternak
Pembuatan pakan lengkap di Kelompok Tani Ternak Kambing PEGUMAS Desa Gumelar Kecamatan Gumelar :1. Hijauan Makanan Ternak (HMT) : 71 Kg
2. Onggok kering : 15 Kg
3. Bekatul : 13 Kg
4. Starbio : 300 gr
5. Tetes tebu : 500 gr
6. Garam : 200 gr
7. Air : 5 lt
Cara Pembuatan:
- Cacah HMT dengan mesin pencacah
- Larutkan starbio, molases, garam dalam 5 liter air.
- Campur cacahan HMT dengan onggok, bekatul dan basahi dengan larutan starbio, molases, garam secara merata.
- Masukan campuran kedalam drum plastik dan tutup rapat-rapat.
- Biarkan selama 3 minggu hingga bahan campuran matang.
Sabtu, 26 Februari 2011
Pertanian Modern di Taiwan
Sistem pertanian modern di Taiwan, agaknya menjadi daya tarik bagi Kepala KDEI Taipei.Sehingga walau harus menempuh perjalanan sekitar 3 jam antara Taipei Changhua, bapak dua putra ini tetap semangat mengikuti arahan dari konsultan teknik Chang Kuo-An saat mengunjungi para petani Taiwan beberapa waktu lalu.
Dalam paparannya Mr. Chang menjelaskan, jika pertanian di Taiwan sistem menanam padi sangat jauh dengan sistem yang ada di Indonesia.Jika petani Indonesia dari bibit di semai dihamparan persemaian. Setelah persemaian tumbuh dengan memakan waktu kira-kira 15 hari barulah bibit padi di cabut(di daut) dari persemaian. Setelah itu padi baru di tanam diatas lahan. Dalam satu hektar cara penanaman ini memerlukan waktu seminggu dan membutuhkan tenaga kerja sekitar empat atau lima orang.

Keunggulan teknologi pertanian Taiwan ini, karena proses pertanian di dukung dengan mesin yang seluruh prosesnya tidak banyak menyerap tenaga manusia. Seperti yang terlihat di lokasi, jika terdapat dua ruang yang terdapat mesin pompainer. Satu ruang khusus untuk mencampur tanah gabah dan pupuk, serta satu ruang lagi sebagai tempat pencetakan bibit.MenuruT Mr. Chan jika mesin pompainer berfungsi untuk menjaga mutu bibit yang di tanam.Sementara mesin-mesin ini mampu menghasilkan produksi bibit sekitar 3000 dapot per jam.KDEI-Taipei.org
Rabu, 02 Februari 2011
Pertanian di dalam Gedung
Minggu, 19 Desember 2010
SAYURAN SAWI
![]() |
| Petani sedang memeriksa kualitas tanaman |
Adapun keunggulan yang dimiliki oleh pabrik sayuran yaitu :
Luar Biasa teknologi pertanian yang diterapkan oleh pemerintah jepang. Semoga ini juga dapat ditiru dan dilaksanakan oleh para petani kita di Indonesia.
PERBANYAKAN TANAMAN
- Secara kawin ( sexual / generatif ) yaitu yang dikenal dengan perbanyakan menggunakan biji.
- Secara tidak kawin ( asexual / vegetatif ) yaitu dikenal dengan perbanyakan tanaman dengan menggunakan cara buatan ( tidak menggunakan biji ).
- Dapat dikerjakan dengan mudah
- Biasanya lebih sehat dan hidup lebih lama
- Memungkinkan diadakan perbaikan –perbaikan sifat tanaman lewat persilangan baru.
- Benih lebih mudah disimpan dan dan dikirimkan.
- Untuk perbanyakan tanaman yang tidak menghasilkan biji
- Sifat-sifat yang baik dari tanaman induk dapat diturunkan.
- Lebih cepat menghasilkan
- Untuk beberapa tanaman lebih murah.
- Dapat dipakai untuk menggabungkan sifat yang baik dari perakaran dan batang dari suatu tanaman yaitu dengan penempelan / okulasi dan penyambungan / enting.
- Perbanyakan vegetatif dengan menggunakan bagian-bagian khusus tanaman ( tidak terjadi perbaikan sifat tanaman )
- Perbanyakan vegetatif secara buatan ( tidak perbaikan sifat tanaman ,contoh dengan stek,dan mencangkok )
- Perbanyakan vegetatif secara buatan ( dapat memperbaiki sifat tanaman contoh dengan menyambung ).
- Sifat dari tanaman cangkokan sama benar dengan induknya
- Pohon akan cepat berbuah yaitu kira-kira setelah berumur 3 – 4 tahun.
- Pohon induk akan rusak bentuknya.
- Hasil pohon induk akan menurun , karena banyak cabang yang baik diambil sebagai cangkok.
- Mencangkok tidak bisa dilakukan secara besar-besaran.
- Mencangkok merupakan pekerjaan yang banyak menyita waktu
- Pohon cangkokan jarang mempunyai bentuk yang bagus.
- Batang yang dicangkok sebaiknya diambil dari pohon induk yang sedang umur ( jangan terlalu tua dan jangan terlalu muda )
- Pohon, kuat, sehat dan subur.
- Usahakan pemilihan batang untuk mencangkok tidak merusak pohon induk,ambil pohon yang tidak produktif dan tegak
- Produksi buahnya baik.
- Dengan menyayat dan mengupas kulit sekeliling batang yang akan dicangkok
- Lebar sayatan tergantung pada jenis tanaman.
- Penyayatan ini sampai terlihat bagian kayunya dan lapisan kambium batang dihilangkandengan jalan dikerok.
- Menanggulangi jenis tanaman-tanaman yang tidak mungkin diperbanyak dengan menggunakan biji.
- mengekalkan kloon tanaman unggul.
- memudahkan dan mempercepat perbanyakan tanaman.
- Dapat menghasilkan tanaman yang sama dengan induknya, hanya dengan akar, daun dan batang dalam waktu yang relatif singkat dan jumlah yang banyak.
- Merupakan cara yang sederhana dalam perbanyakan tanaman, cepat dan tidak memerlukan teknik-teknik tertentu seperti perbanyakan tanaman dengan cara sambung.
- Stek akar, yaitu stek yang terdiri dari potongan-potongan akar tinggal dengan satu atau beberapa mata.
- Stek batang, stek ini terdiri dari :
- Stek cabang, yaitu terdiri dari bagian batang atau cabang atau cabang yang tua, tanpa kulit hijau lagi. Contohnya stek tanaman ubi kayu.
- Stek ranting, yaitu stek tanaman yang berasal dari bagian batang atau ranting yang masih muda, yang masih mempunyai kulit hijau. Contohnya stek pada tanaman Pangkas kuning, dan Teh.
- Stek ujung, yaitu stek yang menggunakan bagian ujung batang yang paling muda, contohnya stek pada tanaman Kangkung.
- Stek Daun, yaitu stek yang menggunakan bagian tanaman yang berupa daun, dengan satu mata atau lebih. Setiap mata akan membentuk tunas dan akar baru. Setelah tanaman baru telah tumbuh, bahan stek akan berangsur-angsur membusuk.
- Stek Tunas/Mata, yaitu perbanyakan tanaman dengan menggunakan mata tunas suatu tanaman, contohnya pada stek tanaman Tebu.
- Faktor Tanaman
- Macam bahan stek. yaitu bahan yang akan dipergunakan untuk stek memang beraneka macam, tetapi umumnya tanaman yang berkayu lunak akan lebih mudah berakar.
- Umur bahan stek. Bahan stek yang baik adalah stek yang diambil dari tanaman yang telah berumur sedang, bila stek berasal dari tanaman yang masih muda dan lunak maka proses transpirasi akan berlangsung dengan cepat sehingga stek jarang diambil dari pohon yang terlalu muda, demikian juga jika terlalu tua, akan berakibat terlalu lama keluarnya akar.
- Adanya tunas dan daun pada stek. Adanya tunas dan daun pada stek akan berpengaruh baik terhadap proses pembentukan akar, akan tetapi jika terdapat daun terlalu banyak, akan terjadi kehilangan air yang banyak pula pada stek karena adanya proses transpirasi, sehingga stek akan layu dan kering sebelum membentuk akar.
- Kandungan makanan dalam stek. Stek yang mengandung bahan karbohidrat tinggi dan nitrogen yang cukup akan mempermudah terbentuknya akar dan tunas pada stek.
- Media Pertumbuhan
- Stek batang perlu mempunyai 3 mata tunas, yaitu 1 mata untuk pembentukan akar, 1 mata untuk pembentukan batang dan 1 mata untuk pembentukan cadangan.
- Panjang stek batang pada umunya 30 cm.
- Untuk stek cabang panjang sebaiknya 15 cm.
- Untuk stek ujung sebaiknya 5 cm.
- Untuk stek mata sebaiknya 2 cm.
- Untuk mempertahankan sifat-sifat yang baik dari pohon induk, yang tidak dapat dilakukan dengan cara lain.
- Unutk memperoleh kebaikan dari batang bawah tertentu, misalnya ketahanan terhadap keadaan tanah yang tidak menguntungkan atau ganguan lain yang ada didalam tanah.
- Untuk merubah jenis tanaman yang lebih baik.
- mempercepat berbuah dari bibit yang terseleksi.
- Memperbaiki bagian-bagian pohon yang telah rusak.
- Mengubah kebiasan tanaman, misalnya ketinggian tanaman dapat menjadi lebih rendah.
- mempunyai batang dan perakaran yang kuat, tahan terhadap keadaan tanah yang tidak menguntungkan seperti penyakit yang menyerang akar.
- Mudah menyesuaikan dengan lingkungan.
- mempunyai kecepatan tumbuh yang sama dengan batang atas.
- Tidak mengurangi mutu dan jumlah buah pada tanaman yang akan terbentuk.
- Diambil dari pohon yang kuat , tumbuh normal, bebas dari hama penyakit.
- Batang harus lurus dan bergaris tengah ± 1 cm.
- Berasal dari tanaman yang dinginkan, misalnya buah banyak, enak, kayunya bagus, tahan hama dan penyakit.
- Batang bawah dan atas diusahakan ukuranya sama, sebagian daunya dipotong atau semua daunnya dipotong habis.
- Pada batang bawah dibuat celah/dibelah sepanjang 3-4 cm secara simetris dengan menggunakan pisau tajam.
- cabang-cabang untuk batang atas yang telah tersedia diptong kurang dari 10 cm ( 5-10 cm ) bgaian pangkalnya disayat pada kedua sisinya dan diruncingkan sepanjang 3-4 cm.
- Batang atas dimasukan kedalam belahan batang bawah, sehingga luka sayatan seluruhnya kedalam belahan batang bawah.
- Pertautan dikat dengan tali rafia hingga rapat.
- Lakukan penyukupan sampai batang bawah pertautan dengan menggunakan kantong plastik putih, dengan maksud menjaga kelembaban pada pertautan.
- Pertautan akan merekat baik dalam waktu 3-4 minggu setalah penyambungan.
- Tanda pertautan telah berhasil apabila pada batang atas telah tumbuh tunas baru, atau batang atas tetap segar.
- Apabila batang atas telah tumbuh tunas, sungkup dibuka dan tali perekat dilepas dengan hati-hati.
- Apabila bibit telah berumur 2-3 bulan, bibit siap untuk ditanam dilapangan penanaman.
Senin, 10 Januari 2005
Budidaya Jagung di Lahan Sawah Tanpa Olah Tanah

1. Persiapan lahan
- Pengelolaan jerami: jerami dibabat rata di permukaan tanah, kemudian dibakar karena akan menekan pertumbuhan singgang padi dan gulma pada awal pertumbuhan.
- Pembuatan saluran drainase pada keliling petakan sawah dibuat dengan lebar 30 cm dan dalam 20 cm.
2. Penanaman
- Diperlukan 20 kg/ha benih jagung berlabel dengan daya tumbuh 90-95%.
- Penanaman dilakukan dengan cara ditugal sedalam 5-7 cm, setiap lubang diisi 2-3 biji dengan jarak tanam 80 x 40 cm.
- Pemupukan
- Pemupukan I: Dilakukan saat tanaman berumur 14 hari. Pupuk ditugalkan + 5 cm dari tanaman dengan takaran urea 100 kg/ha, SP36 100 kg/ha, dan KCl 50 kg/ha.
- Pemupukan II: Saat tanaman berumur 32 hari hanya dengan urea sebanyak 150 kg/ha.
- Saat pemupukan diusahakan tanah dalam keadaan lembab, dan kalau perlu diikuti dengan pemberian air irigasi.
3. Pengairan
- Fase kritis tanaman jagung adalah umur 30 dan 60 hari dengan menggunakan sabit/dikored.
- Pada saat penyiangan pertama (umur 30 hari) sekaligus dapat dilakukan pembumbunan bila diperlukan.
- Pengendalian hama dan penyakit
- Diupayakan mengacu pada prinsip pengendalian hama dan penyakit.
4. Panen
- Dilaksanakan pada saat jagung sudah kering di lapangan, sehingga mengurangi tenaga penjemuran setelah jagung dipipil.
Sabtu, 10 Januari 2004
SL-PTT
Komponen Teknologi :
2. Persemaian, 1 kepal benih padi untuk 1m2
3. Benggunaan 25 kg benih per hektar
4. Penanaman Bibit Muda ( < 20 hari setelah tanam)
5. 1-2 bibit per lubang tanam atau sesuai dengan keadaan setempat
6. Penanaman dengan teknologi legowo 2:1, 4:1
7. Pemupukan untuk per hektar membutuhkan Urea 100 kg dan NPK 300 kg
8. Penggunaan Bagan Warna Daun
9. Pengairan Berselang
10.Pengamatan Hama dan Penyakit
11.Penanggulangan Tikus dengan perburuan/gropyokan tikus
Jumat, 10 Januari 2003
Pengendalian Hama Keong Mas

Pemasangan perangkap telur dan pemungutan keong mas secara berkala
- Perangkap telur terdiri dari kayu bambu, pelepah rumbia, rantingranting kayu.
- Panjang kayu perangkap 1-1,5 m.
- Besar kayu perangkap (diameter) 1-3 cm.
- Pemasangan tiang perangkap didalam petakan sawah, 1-3 meter jarak dari pematang sawah .
- Jarak masing-masing tiang 2-3 meter atau lebih.
- Jumlah tiang perangkap 200 batang/ha.
- Pemasangan tiang perangkap pada umur tanaman padi 1 minggu setelah tanam ampai dengan 4 minggu setelah tanam.
- Pemungutan/pembuangan kelompok telur yang menempel pada tiang: seminggu 1 atau 2 kali.
- Pemungutan keong mas 3 kali seminggu.
- Tinggi air dalam petakan 5-10 cm.
Pemberian umpan perangkap dan pemungutan keong mas secara berkala
- Umpan perangkap terdiri dari daun, batang, tangkai pepaya dan daun kuda-kuda.
- Peletakan umpan perangkap diletakkan dalam petakan sawah secara berjejer.
- Jarak peletakan umpan antara satu dengan yang lain 1-2 meter.
- Jumlah umpan yang digunakan 40 kg/ha.
- Waktu mulai peletakan umpan sebelum tanam sampai dengan 5 minggu setelah tanam.
- Tinggi air dalam petakan 5-10 cm.
- Pemungutan keong mas 3 kali seminggu.
Pelepasan itik di areal sawah
- Waktu pelepasan 1 minggu setelah tanam sampai dengan umur 45 hari setelah tanam.
- Jumlah itik yang dilepaskan 25 ekor/ha.
- Waktu pelepasan pagi dan sore hari.
Kamis, 10 Januari 2002
Sistem Tanam Legowo 4:1
Keuntungan sistem tanam legowo ini
- Secara prinsip sistem legowo memberikan pengaruh tanaman pinggir (border effect), yaitu semakin luasnya jelajah perakaran tanaman sehingga memungkinkan tanaman menjadi lebih sehat dan bernas yang pada akhirnya memberikan hasil lebih tinggi.
- Populasi tanaman meningkat dari 250.000 rumpun menjadi 400.000 rumpun (+ 60%).






